Nim : 6101416089
Menyelam Sambil Minum Air
Di tahun ini merupakan
tahun yang tidak bisa saya lupakan, dimana saya bisa mengikuti kegiatan KKL
(kuliah kerja lapangan) ke luar negeri. Yang sebelumnya tidak terfikir
sedikitpun di benak saya untuk pergi kesana karena membutuhkan dana yang tidak
sedikit. Pada kesempatan ini saya tidak menduga bisa pergi ke dua negara
sekaligus. Jumat (29/3) di Lab. Soegiono
lebih tepatnya di ruang siding diadakan pembekalan KKL yang di hadiri oleh Bu
Dekan, ketua jurusan, jajaran dosen dan peserta KKL 2019. Pembekalan ini saya
mendapatkan informasi gambaran seperti tata cara saat berada di negara sebelah.
Setelah bu Dekan memberi beberapa motivasi, kami yang berada di ruangan
melakukan foto Bersama dan dilanjut kegiatan lainnya.
Pemberangkatan pada hari
Minggu (31/3) seluruh peserta KKL harus sudah ready di bandara Ahmad Yani pukul
14.00 dan saya berangkat dari kost menuju bandara menunggangi gocar. Berhubung
ini pertama kali ke luar negeri persiapan dari nol, tak lupa saya membawa paspor
yang jauh hari sudah saya siapkan. Pemberangkatan pukul 15.45 sebelum itu
diadakan pengecekan di paspor dll, sesampai di dalam pesawat saya duduk
bersandar dan tertidur karena menikmati perjalanan.
Perjalanan cukup memakan
waktu 01.55 menit dan akhirnya tiba di bandara changi. Disana kita di jemput
menggunakan bus dari pihak hostel. Pada hari pertama kita di beri waktu untuk
beristirahat dan hari kedua kita mulai melaksanakan kegiatan dimana kita pergi
ke kampus NAI, perjalanan menuju kesana kita di antar menggukan bis hostel.
Kampus disana sungguh spektakuler dimana saya belum pernah menjumpai berbagai
sarana prasarana yang begitu megah. Banyak ilmu dan pengalaman baru yang saya
dapatkan. Di Singapura saya makannya nasi Lemak yang seharga 3$-5$ itupun sekali
makan.
Perjalanan dari tempat satu ke tempat lainnya
menggunakan MRT turist past yang hanya berlaku selama tiga hari. Pertama saya
bingung bagaimana cara naik MRT karena perpindahan gerbang dan gerbangnya
selalu berada didalam mall. Setelah sering menggukan MRT saya pun paham dan
lebih sering jalan jalan sendiri dan belanja, tanpa aku sadari sampai menguras
ini dompet.
Beberapa hari di Singapura kini berlanjut
perjalanan menggukan bis menuju ke Johor Baru dan transit beberapa jam
diterminal. Sesampai disana saya sakit alergi dan kemudian saya dan beberapa
teman yang lain menyewa kamar sendiri, agar bisa istirahat dengan maksimal.
Siang hari saya pesan gocar lewat aplikasi grab, dan menuju ke apartemen gabung
dengan teman teman yang lain. Di Malaysia saya tidak bisa menikmati susasa dan
bahkan tidak keluar apartemen kecuali beli makan karena sedang sakit. Meskipun
disana saya tidak ikut liburan tetapi sangat menghabiskan banyak uang. Karena
biaya transportasi yang sangat mahal sehingga isi dompet saya tipis seperti
pembalut.
Liburan berakhir kami berkemas
dan bersih bersih apartemen kemudian menuju bandara KLIA menggukan grab.
Sesampai di bandara saya istirahat di teras karena masih dalam keadaan kurang
fit. Pemberangkatan pukul 05.00 saya tertidur didalam pesawat sambil menikmati
perjalanan menuju Indonesia. Setelah beberapa di atas udara akhirnya landing di
bandara Ahmad Yani, disana mulai pengecekan berkas paspor, Imigrasi dll. Dari
bandara menuju kos saya pesan taxi dan kembali dengan selamat. Perjalanan
sangat mengasikan dan tidak akan terlupakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar