Sabtu, 18 Mei 2019

opini

Nama : Kharisma Wati
Nim : 6101416089


Bagaimana Menurutmu tentang FIK UNNES

Universitas Negeri Semarang memiliki beberapa kampus dan program Pendidikan. Salah satunya yaitu FIK (fakultas ilmu keolahrgaan) yang memiliki jurusan diantaranya PJKR, PGPJSD, PKO, IKOR, IKM, dan Ilmu Gizi. Semua jurusan tersebut memiliki akreditasi masing masing beda dengan ilmu Gizi yang masih berproses karena jurusan yang kategori masih baru.
Dalam pembelajaran FIK menggunakan dua kelas yaitu lapangan dan didalam ruangan. Dalam ruangan (teori) sarana prasarana yang digunakan meliputi LCD Monitor, sebelum pembelajaran di mulai salah satu mahasiswa harus meminjam kabel LCD di dekanat baru untuk pembelajaran. Kelas lapangan  (praktek) yaitu memiliki berbagai sarana prasana yang cukup memadai untuk melaksanakan aktifitas luar kelas, seperti Lab.Soegiono, prof. Dirham, lapangan Golf, lapangan atletik,tenis indoor outdor, lapangan sepak bola, kolam renang dll.
Menurut saya ada beberapa fasilitas yang kurang baik untuk penunjang pembelajaran sepeti akses internet yang susah untuk menghubungkan, dan didalam ruangan diantaranya lcd , remot lcd, kipasnya tidak berfungsi kembali, berbagai alat praktek yang sudah tidak berfungsi tidak baik, seperti sirkulasi air kolam renang yang kurang bagus sehingga air berwarna hijau, lintasan atletik yang menggelembung dll, alat dan tempat yang perawatannya terabaikan sehingga tidak berfungsi dengan baik.
Untuk itu sebagai fakultas yang sudah teragreditasi seharusnya memperhatikan sarana dan prasarana baik kelengkapan maupun perawatan. Untuk tercapainya pembelajaran yang efektif dan kondusif serta kenyamanan mahasiswa beserta pengampu. Dengan terealisasinya tersebut banyak harapan untuk menciptakan bibit masa depan yang lebih baik.

Feature

Nama : Kharisma Wati
Nim : 6101416089


Menyelam Sambil Minum Air

Di tahun ini merupakan tahun yang tidak bisa saya lupakan, dimana saya bisa mengikuti kegiatan KKL (kuliah kerja lapangan) ke luar negeri. Yang sebelumnya tidak terfikir sedikitpun di benak saya untuk pergi kesana karena membutuhkan dana yang tidak sedikit. Pada kesempatan ini saya tidak menduga bisa pergi ke dua negara sekaligus.  Jumat (29/3) di Lab. Soegiono lebih tepatnya di ruang siding diadakan pembekalan KKL yang di hadiri oleh Bu Dekan, ketua jurusan, jajaran dosen dan peserta KKL 2019. Pembekalan ini saya mendapatkan informasi gambaran seperti tata cara saat berada di negara sebelah. Setelah bu Dekan memberi beberapa motivasi, kami yang berada di ruangan melakukan foto Bersama dan dilanjut kegiatan lainnya.
Pemberangkatan pada hari Minggu (31/3) seluruh peserta KKL harus sudah ready di bandara Ahmad Yani pukul 14.00 dan saya berangkat dari kost menuju bandara menunggangi gocar. Berhubung ini pertama kali ke luar negeri persiapan dari nol, tak lupa saya membawa paspor yang jauh hari sudah saya siapkan. Pemberangkatan pukul 15.45 sebelum itu diadakan pengecekan di paspor dll, sesampai di dalam pesawat saya duduk bersandar dan tertidur karena menikmati perjalanan.
Perjalanan cukup memakan waktu 01.55 menit dan akhirnya tiba di bandara changi. Disana kita di jemput menggunakan bus dari pihak hostel. Pada hari pertama kita di beri waktu untuk beristirahat dan hari kedua kita mulai melaksanakan kegiatan dimana kita pergi ke kampus NAI, perjalanan menuju kesana kita di antar menggukan bis hostel. Kampus disana sungguh spektakuler dimana saya belum pernah menjumpai berbagai sarana prasarana yang begitu megah. Banyak ilmu dan pengalaman baru yang saya dapatkan. Di Singapura saya makannya nasi Lemak yang seharga 3$-5$ itupun sekali makan.
 Perjalanan dari tempat satu ke tempat lainnya menggunakan MRT turist past yang hanya berlaku selama tiga hari. Pertama saya bingung bagaimana cara naik MRT karena perpindahan gerbang dan gerbangnya selalu berada didalam mall. Setelah sering menggukan MRT saya pun paham dan lebih sering jalan jalan sendiri dan belanja, tanpa aku sadari sampai menguras ini dompet.
 Beberapa hari di Singapura kini berlanjut perjalanan menggukan bis menuju ke Johor Baru dan transit beberapa jam diterminal. Sesampai disana saya sakit alergi dan kemudian saya dan beberapa teman yang lain menyewa kamar sendiri, agar bisa istirahat dengan maksimal. Siang hari saya pesan gocar lewat aplikasi grab, dan menuju ke apartemen gabung dengan teman teman yang lain. Di Malaysia saya tidak bisa menikmati susasa dan bahkan tidak keluar apartemen kecuali beli makan karena sedang sakit. Meskipun disana saya tidak ikut liburan tetapi sangat menghabiskan banyak uang. Karena biaya transportasi yang sangat mahal sehingga isi dompet saya tipis seperti pembalut.
Liburan berakhir kami berkemas dan bersih bersih apartemen kemudian menuju bandara KLIA menggukan grab. Sesampai di bandara saya istirahat di teras karena masih dalam keadaan kurang fit. Pemberangkatan pukul 05.00 saya tertidur didalam pesawat sambil menikmati perjalanan menuju Indonesia. Setelah beberapa di atas udara akhirnya landing di bandara Ahmad Yani, disana mulai pengecekan berkas paspor, Imigrasi dll. Dari bandara menuju kos saya pesan taxi dan kembali dengan selamat. Perjalanan sangat mengasikan dan tidak akan terlupakan.
  

Selasa, 14 Mei 2019

Did you know "FIK UNNES"


Universitas Negeri Semarang merupakan salah satu perguruan tinggi yang ada di Jawa Tengah. Didalamnya terdapat 8 fakultas dan lebih dari 80 program studi (prodi). Salah satu fakultas nya adalah FIK (fakultas ilmu keolahragaan), yang memiliki 6 jurusan yaitu PJKR, PGPJSD, PKO, IKOR, IKM, dan Ilmu Gizi. Kelima jurusan kecuali ilmu gizi sudah mendapatkan akreditasi A, untuk ilmu gizi karena masih baru, akreditasinya masih dalam proses.
Ada beberapa fasilitas di FIK yang digunakan sebagai penunjang untuk perkuliahan mahasiswa. 3 gedung untuk perkuliahan didalam kelas (teori), serta terdapat beberapa fasilitas untuk perkuliahan luar kelas (praktik). Sepeerti gedung Lab Soegijono, Gedung Prof Dirham, Tennis indoor dan outdoor lapangan sepakbola beserta lintasan atletik, kolam renang, lapangan golf, dll.
Menurut saya ada beberapa fasilitas yang perlu untuk diperbaiki seperti LCD serta remot dan kabel hdmi yang sering tidak berfungsi, kipas angin yang tidak berfungi, acces koneksi internet yang tidak stabil. Sedangkan untuk fasilitas praktik seperti perputaran air yang tidak sehat (drainase) sehingga warna dari air kolam sering berwarna hijau, lintasan atletik yang sudah pada mengembang dll. Sehingga untuk masalah perawatan mengenai fasilitas yang ada ini cenderung diabaikan. Artinya dalam garis besar yakni bisa membuat tetapi tidak bisa merawat.
Untuk itu sebagai fakultas dengan akreditasi A ini seharusnya kondisi sarana dan prasarana ini diperhatikan, baik untuk kelengkapan maupun untuk perawatan. Guna menciptakan pembelajaran yang lancar dan kondisif. Dengan begitu harapan untuk menciptakan lulusan yang berkualiatas yang bisa berguna untuk kemajuan negara dapat terealisasikan, amin.

Berlibur dan Belajar


Tahun ini merupakan salah satu tahun yang bisa dibilang special bagi saya pribadi. Selama hidup di dunia kurang lebih 20 tahun belum pernah terbayang dibenak pikiran untuk bisa pergi ke luar negeri. Sekali pergi 2 negara terkunjungi, saya berkesempatan untuk mengunjungi negara Singapura dan Malaysia lewat program exercion study.
Perasaan campur aduk hingga hati ini serasa bergejolak, antara sangat terkejut dan juga bahagia bisa mengunjungi negara lain yang notabene adalah negara yang lebih maju, dan mempunyai sosio-cultural yang berbeda. Serta bayang-bayang pikiran mengenai dana dan uang saku untuk bertahan hidup di negara orang lain.
Berhubung kesempatan itu bisa saja tidak datang lagi, saya berusaha untuk ikut . meskipun ada sedikit drama dengan orang tua dulu. Saya tahu bahwa oranng tua berusaha keras untuk membiayai kebutuhan anaknya, sehingga paling tidak saya bisa mengurangi beban, meskipun tidak banyak. Disini terjadi kesepakatan antara saya dengan orang tua, mereka menyanggupi untuk membiayai kegiatan ini akan tetapi dengan catatan tidak dengan penambahan uang saku. Dengan kesepakatan ini dengan berat hati saya merelakan uang tabungan yang sudah terkumpul.
Tiba hari keberangkatan, kami berangkat ke Bandara New Ahmad Yani per kelompok yang sudah dibagi sebelumnya menaiki Grabcar yang kami pesan lewat aplikasi pada smartphone. Kedatangan kami disana disambut dengan rintikan deras air yang turun dari langit, seakan langit merasakan kebahagian yang juga kami rasakan. Setelah melalui berbagai proses pengecekan dibandara, akhirnya sekitar pada pukul 16.10 WIB, pesawat kami yang kami tumpangi take off dari bandara menuju bandara Changi Airport, Singapore. Perjalanan kami tempuh sekitar 3 jam. Syukur Alhamdulillah kita satu rombongan diberikan keselamatan oleh Allah. Besar, megah luar biasa itulah sedikit kata untuk mengungkapkan gambaran mengenai bandara Changi Airport, yang merupakan salah satu bandara terbaik di dunia.
Selang berapa menit setibanya di sana, kami satu rombongan di jemput oleh bus yang kami pesan jauh hari untuk mengantarkan ke tempat penginapan di daerah Geylang Rd. Sejauh mata memandang banyak gedung pencakar langit yang seakan menembus bulan, yang menambah keindahan kota ini. Sesampainya di penginapan (Joysfor Hostel) saya pribadi memanfaatkan untuk makan setelah itu lanjut untuk beristirahat. Penginapan yang menurut saya sederhana, tapi its okaylah yang penting ada fasilitas wifi yang bisa kami manfaatkan untuk bermain game maupun untuk mengunggah foto untuk keperluan di social media.
Hari pertama di Singapura, kami manfaatkan untuk membeli dan mengurus pembuatan kartu wisatawan (tourist pass), kami merogoh kocek sekitar 30 Sgd atau kalau di rupiahkan sekitar lebih dari 300 ribu rupiah. Kegunaan kartu tourist pass ini bagi wisatawan adalah untuk menaiki MRT, BUS secara unlimited selama 3 hari. Sehingga kartu ini sangat saya rekomendasikan bagi kalian yang ingin berkunjung ke Singapura.
Empat hari di Singapura kami berkesempatan untuk mengunjungi dan melakukan pengamatan (observasi) di Nanyang Institute of Education (NIE) setara perguruan tinggi dan juga di ITE Collge East serta Fenvale Primary School atau di Indonesia setara dengan sekolah menengah atas dan sekolah menengah bawah. Yang membedakan disini adalah fasilitas yang sangat lengkap, standart internasional, serta modern. Selain itu sumber daya manusia disini sangat berkualitas juga kompoten. Semoga kelak kita bisa setara dengan negara maju lain, karena NKRI tercinta ini juga mempunyai modal untuk menjadi negara yang besar juga disegani di dunia internasional.
Setelah melewati serangkaian kegiatan di negara Singapura yang sudah direncanakan dan dibuat secara sitematis (rundown). Kami melanjutkan destinasi wisata kami ke negara Malaysia. Menurut pendapat saya pribadi negara Malaysia ini tidak terlalu jauh dengan Indonesia. Baik secara sosio-cultural dan juga orangnya yang mayoritas adalah ras melayu. Disini saya hanya sempat untuk mengunjungi Pasar Seni, Menara Kembar Petronas, karena emang waktunya singkat ditambah untuk menghemat pengeluaran yang tinggal sedikit. Uang saku yang tersisa saya anggarkan untuk membeli cindera mata untuk keluaraga tercinta dirumah yang menunggu kedatangan pulang.
Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan lewat kegiatan ini yang sangat berguna untuk kehidupan saya, menambah warna baru serta semakin semangat untuk menjadi orang yang sukses. Semoga dilain waktu saya bisa berkesempatan lagi untuk mengunjungi negara lain dengan orang tersayang, amin.


Minggu, 05 Mei 2019

Straight news abdillah wahab

Nama : ABDILLAH WAHAB
NIM : 6101416080

Buntut Kericuhan Final PFL 2019,3 Pemain Black Steel Diganjar Larangan Bermain
Minggu, 31 Maret 2019 final PFL 2019 di laksanakan di gor UNY, yang mempertemukan black steel Manokwari vs Vamos mataram, dua team yang sama-sama telah mengalahkan team-team unggulan lainnya yang masuk di final four ini menjadi final yang ideal karena 2 team ini mempunyai line up pemain-pemain bintang.
Akan tetapai final PFL 2019 sempat tercoreng karena adanya protes keras yang di lakukan oleh pemain blacksteel diantaranya Holypaul evan soumilena, aditya muhammad rasyid dan afdal. Protes keras tersebut dilakukan mereka setalah vamos mendapatkan hadiah penalti dari wasit.  Hal tersebut membuat komdis pada sabtu 04 mei 2019 memberi hukuman kepada 3 pemain Blacksteel yang melakukan protes keras terhadap wasit dengan hukuman larangan bermain, dan lama hukuman 3 pemain tersebut pun berbeda sesuai dengan tindakan yang mereka lakukan.

Pembekalan ppl abdillah wahab

Nama : ABDILLAH WAHAB
NIM : 6101416080

Pembekalan PPL PJKR PGPJSD 2016
Rabu, 24 April 2019 pukul 13.00, PJKR PGPJSD mengadakan acara Pembekalan PPL yang dihadiri oleh Ketua jurusan PJKR PGPJSD dan beberapa dosen PJKR PGPJSD serta guru-guru yang telah mengikuti pelatihan di Australia dan juga guru-guru yang sedang mengikuti PPL. Tujuan kegiatan ini adalah memberi bekal bagi mahasiswa angkatan 2016 yang semester depan akan melakukan kegiatan PPL didalam maupun luar negri, supaya mereka mempunyai bekal yang cukup dalam melakukan PPL nantinya.
Awal kegiatan di isi dengan makan snack bersama supaya meningkatkan semangat peserta dalam mengikuti kegiatan ini, lalu acara selanjutnya adalah sambutan dari Bapak Kajur PJKR PGPJSD yang dilanjutkan dengan sesi perkenalan dari guru-guru yang telah melakukan PPL di Australia, selanjutnya adalah penyampaian  materi yang di isi oleh guru-guru tersebut. Beberapa materi yang disampaikan kepada para mahasiswa seperti kurikulum dan sistem pembelajaran disana, salah satunya adalah Teaching for Understanding. Setelah itu seluruh mahasiswa dibagi menjadi 4 kelompok besar. Kelompok kami mendapatkan materi tentang Bola Basket dengan 15 mahasiswi dan 15 mahasiswa . Pembelajaran ini dinamai dengan nama Bola Batas. Cara permainanya adalah 30 mahasiswa tersebut dibagi menjadi dua tim kemudian para mahasiswa menggunakan passing dan beberapa teknik dalam bola basket, akan tetapai di batasi pergerakannya dengan cara dribling yang terbatas bahkan tidak memakai dribbling supaya para siswa saling passing dan diam di tempat untuk melindungi bola sebelum mempassing kembali ke rekan teamnya sampai menyentuhkan bola di belakang garis lawan. Setelah materi bola basket selesai seluruh mahasiswa dari kelompok kami melakukan evaluasi yang di pimpin oleh pemberi materi.
Evaluasi dan pembelajaran yang kami dapatkan adalah bahwa penjas itu tidak melulu terpaku pada aturan dan cara bermain yang sesuai dengan apa yang dilakukan di kejuaraan kejuaraan resmi, tetapi gabungkan dan modifikasikan sesuai dwngan apa saja yang kita hadapi di lapangan dari siswa, keadaan lapangan, dan juga utamakan penuhan teknik dasar permainan yang kita pelajari itu terpenuhi sepenuhnya dengan pembelajaran yang efektif pula.Kemudian biarkan para siswa senang melakukan aktivitas penjas.lalu kita juga di ajarkan TREE (Teaching style, Rule, Environment, dan Equipment).
Pengalaman pembekalan PPL ini akan saya ingat selalu karena ini adalah modal awal saya yang sangat berharga bagi saya untuk menempuh study saya di semester depan.