Tahun
ini merupakan salah satu tahun yang bisa dibilang special bagi saya pribadi.
Selama hidup di dunia kurang lebih 20 tahun belum pernah terbayang dibenak
pikiran untuk bisa pergi ke luar negeri. Sekali pergi 2 negara terkunjungi,
saya berkesempatan untuk mengunjungi negara Singapura dan Malaysia lewat
program exercion study.
Perasaan
campur aduk hingga hati ini serasa bergejolak, antara sangat terkejut dan juga
bahagia bisa mengunjungi negara lain yang notabene adalah negara yang lebih
maju, dan mempunyai sosio-cultural yang berbeda. Serta bayang-bayang pikiran
mengenai dana dan uang saku untuk bertahan hidup di negara orang lain.
Berhubung
kesempatan itu bisa saja tidak datang lagi, saya berusaha untuk ikut . meskipun
ada sedikit drama dengan orang tua dulu. Saya tahu bahwa oranng tua berusaha
keras untuk membiayai kebutuhan anaknya, sehingga paling tidak saya bisa
mengurangi beban, meskipun tidak banyak. Disini terjadi kesepakatan antara saya
dengan orang tua, mereka menyanggupi untuk membiayai kegiatan ini akan tetapi
dengan catatan tidak dengan penambahan uang saku. Dengan kesepakatan ini dengan
berat hati saya merelakan uang tabungan yang sudah terkumpul.
Tiba
hari keberangkatan, kami berangkat ke Bandara New Ahmad Yani per kelompok yang
sudah dibagi sebelumnya menaiki Grabcar yang kami pesan lewat aplikasi pada
smartphone. Kedatangan kami disana disambut dengan rintikan deras air yang
turun dari langit, seakan langit merasakan kebahagian yang juga kami rasakan.
Setelah melalui berbagai proses pengecekan dibandara, akhirnya sekitar pada
pukul 16.10 WIB, pesawat kami yang kami tumpangi take off dari bandara menuju
bandara Changi Airport, Singapore. Perjalanan kami tempuh sekitar 3 jam. Syukur
Alhamdulillah kita satu rombongan diberikan keselamatan oleh Allah. Besar,
megah luar biasa itulah sedikit kata untuk mengungkapkan gambaran mengenai
bandara Changi Airport, yang merupakan salah satu bandara terbaik di dunia.
Selang
berapa menit setibanya di sana, kami satu rombongan di jemput oleh bus yang
kami pesan jauh hari untuk mengantarkan ke tempat penginapan di daerah Geylang
Rd. Sejauh mata memandang banyak gedung pencakar langit yang seakan menembus
bulan, yang menambah keindahan kota ini. Sesampainya di penginapan (Joysfor
Hostel) saya pribadi memanfaatkan untuk makan setelah itu lanjut untuk
beristirahat. Penginapan yang menurut saya sederhana, tapi its okaylah yang
penting ada fasilitas wifi yang bisa kami manfaatkan untuk bermain game maupun
untuk mengunggah foto untuk keperluan di social media.
Hari
pertama di Singapura, kami manfaatkan untuk membeli dan mengurus pembuatan
kartu wisatawan (tourist pass), kami merogoh kocek sekitar 30 Sgd atau kalau di
rupiahkan sekitar lebih dari 300 ribu rupiah. Kegunaan kartu tourist pass ini
bagi wisatawan adalah untuk menaiki MRT, BUS secara unlimited selama 3 hari.
Sehingga kartu ini sangat saya rekomendasikan bagi kalian yang ingin berkunjung
ke Singapura.
Empat
hari di Singapura kami berkesempatan untuk mengunjungi dan melakukan pengamatan
(observasi) di Nanyang Institute of Education (NIE) setara perguruan tinggi dan
juga di ITE Collge East serta Fenvale Primary School atau di Indonesia setara
dengan sekolah menengah atas dan sekolah menengah bawah. Yang membedakan disini
adalah fasilitas yang sangat lengkap, standart internasional, serta modern.
Selain itu sumber daya manusia disini sangat berkualitas juga kompoten. Semoga
kelak kita bisa setara dengan negara maju lain, karena NKRI tercinta ini juga
mempunyai modal untuk menjadi negara yang besar juga disegani di dunia
internasional.
Setelah
melewati serangkaian kegiatan di negara Singapura yang sudah direncanakan dan
dibuat secara sitematis (rundown). Kami melanjutkan destinasi wisata kami ke
negara Malaysia. Menurut pendapat saya pribadi negara Malaysia ini tidak
terlalu jauh dengan Indonesia. Baik secara sosio-cultural dan juga orangnya
yang mayoritas adalah ras melayu. Disini saya hanya sempat untuk mengunjungi
Pasar Seni, Menara Kembar Petronas, karena emang waktunya singkat ditambah
untuk menghemat pengeluaran yang tinggal sedikit. Uang saku yang tersisa saya
anggarkan untuk membeli cindera mata untuk keluaraga tercinta dirumah yang
menunggu kedatangan pulang.
Banyak
sekali pengalaman yang saya dapatkan lewat kegiatan ini yang sangat berguna
untuk kehidupan saya, menambah warna baru serta semakin semangat untuk menjadi
orang yang sukses. Semoga dilain waktu saya bisa berkesempatan lagi untuk
mengunjungi negara lain dengan orang tersayang, amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar