Selasa, 14 Mei 2019

Berlibur dan Belajar


Tahun ini merupakan salah satu tahun yang bisa dibilang special bagi saya pribadi. Selama hidup di dunia kurang lebih 20 tahun belum pernah terbayang dibenak pikiran untuk bisa pergi ke luar negeri. Sekali pergi 2 negara terkunjungi, saya berkesempatan untuk mengunjungi negara Singapura dan Malaysia lewat program exercion study.
Perasaan campur aduk hingga hati ini serasa bergejolak, antara sangat terkejut dan juga bahagia bisa mengunjungi negara lain yang notabene adalah negara yang lebih maju, dan mempunyai sosio-cultural yang berbeda. Serta bayang-bayang pikiran mengenai dana dan uang saku untuk bertahan hidup di negara orang lain.
Berhubung kesempatan itu bisa saja tidak datang lagi, saya berusaha untuk ikut . meskipun ada sedikit drama dengan orang tua dulu. Saya tahu bahwa oranng tua berusaha keras untuk membiayai kebutuhan anaknya, sehingga paling tidak saya bisa mengurangi beban, meskipun tidak banyak. Disini terjadi kesepakatan antara saya dengan orang tua, mereka menyanggupi untuk membiayai kegiatan ini akan tetapi dengan catatan tidak dengan penambahan uang saku. Dengan kesepakatan ini dengan berat hati saya merelakan uang tabungan yang sudah terkumpul.
Tiba hari keberangkatan, kami berangkat ke Bandara New Ahmad Yani per kelompok yang sudah dibagi sebelumnya menaiki Grabcar yang kami pesan lewat aplikasi pada smartphone. Kedatangan kami disana disambut dengan rintikan deras air yang turun dari langit, seakan langit merasakan kebahagian yang juga kami rasakan. Setelah melalui berbagai proses pengecekan dibandara, akhirnya sekitar pada pukul 16.10 WIB, pesawat kami yang kami tumpangi take off dari bandara menuju bandara Changi Airport, Singapore. Perjalanan kami tempuh sekitar 3 jam. Syukur Alhamdulillah kita satu rombongan diberikan keselamatan oleh Allah. Besar, megah luar biasa itulah sedikit kata untuk mengungkapkan gambaran mengenai bandara Changi Airport, yang merupakan salah satu bandara terbaik di dunia.
Selang berapa menit setibanya di sana, kami satu rombongan di jemput oleh bus yang kami pesan jauh hari untuk mengantarkan ke tempat penginapan di daerah Geylang Rd. Sejauh mata memandang banyak gedung pencakar langit yang seakan menembus bulan, yang menambah keindahan kota ini. Sesampainya di penginapan (Joysfor Hostel) saya pribadi memanfaatkan untuk makan setelah itu lanjut untuk beristirahat. Penginapan yang menurut saya sederhana, tapi its okaylah yang penting ada fasilitas wifi yang bisa kami manfaatkan untuk bermain game maupun untuk mengunggah foto untuk keperluan di social media.
Hari pertama di Singapura, kami manfaatkan untuk membeli dan mengurus pembuatan kartu wisatawan (tourist pass), kami merogoh kocek sekitar 30 Sgd atau kalau di rupiahkan sekitar lebih dari 300 ribu rupiah. Kegunaan kartu tourist pass ini bagi wisatawan adalah untuk menaiki MRT, BUS secara unlimited selama 3 hari. Sehingga kartu ini sangat saya rekomendasikan bagi kalian yang ingin berkunjung ke Singapura.
Empat hari di Singapura kami berkesempatan untuk mengunjungi dan melakukan pengamatan (observasi) di Nanyang Institute of Education (NIE) setara perguruan tinggi dan juga di ITE Collge East serta Fenvale Primary School atau di Indonesia setara dengan sekolah menengah atas dan sekolah menengah bawah. Yang membedakan disini adalah fasilitas yang sangat lengkap, standart internasional, serta modern. Selain itu sumber daya manusia disini sangat berkualitas juga kompoten. Semoga kelak kita bisa setara dengan negara maju lain, karena NKRI tercinta ini juga mempunyai modal untuk menjadi negara yang besar juga disegani di dunia internasional.
Setelah melewati serangkaian kegiatan di negara Singapura yang sudah direncanakan dan dibuat secara sitematis (rundown). Kami melanjutkan destinasi wisata kami ke negara Malaysia. Menurut pendapat saya pribadi negara Malaysia ini tidak terlalu jauh dengan Indonesia. Baik secara sosio-cultural dan juga orangnya yang mayoritas adalah ras melayu. Disini saya hanya sempat untuk mengunjungi Pasar Seni, Menara Kembar Petronas, karena emang waktunya singkat ditambah untuk menghemat pengeluaran yang tinggal sedikit. Uang saku yang tersisa saya anggarkan untuk membeli cindera mata untuk keluaraga tercinta dirumah yang menunggu kedatangan pulang.
Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan lewat kegiatan ini yang sangat berguna untuk kehidupan saya, menambah warna baru serta semakin semangat untuk menjadi orang yang sukses. Semoga dilain waktu saya bisa berkesempatan lagi untuk mengunjungi negara lain dengan orang tersayang, amin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar