Sabtu, 27 April 2019

Pembekalan PPL oleh Narasumber Terbaik


Pengenalan Kegiatan Pembelajaran Sebagai Bekal PPL

Pembekalan berlangsung hari Rabu tepatnya pukul 13.00, ini dilaksanakan tepatnya di lapangan tennis indoor. Acara ini diwajibkan untuk seluruh mahasiswa PJKR dan PGPJSD 2016  serta dihadiri juga sebagian mahasiswa PPG Unnes guna memberikan sedikit gambaran mengenai  program pengenalan lapangan (PPL). Berhubung dengan adanya presensi kehadiran, maka sebagian dari mahasiswa yang berkewajiban, hampir semuanya  menghadiri acara tersebut. Disamping lain, mahasiswa yang hadir mendapatkan sedikit snack, sehingga sedikit menambah antusias dari kalangan mahasiswa sendiri

Mahasiswa dibariskan sesuai dengan rombel, kemudian acara ini dibuka oleh ketua jurusan PJKR bapak Mugiyo Hartono, beliau memberikan pidato singkat, agar mahasiswa lebih bersemangat dan sekaligus mengingatkan bahwa semester 6 ini mahasiswa dihimbau agar mengumpulkan tema penelitian. Kemudian acara dilanjutkan oleh pemaparan 4 guru yang sangat spesial, karena pernah mewakili Indonesia pada study banding di Australia, tepatnya di University Of Queensland. Disana ke 4 guru ini mengobservasi tentang sistem pembeajaran dan hal-hal yang dapat memajukan pendidikan. Oleh karena itu, ilmu yang beliau2 dapatkan akan dijabarkan kembali kepada mahasiswa, dengan harapan dapat mengubah cara mengajar calon peserta PPL ini supaya lebih inovatif dan kreatif.

Sesi presentasi di mulai, disampaikan oleh Pak Deny, beliau menjelelaskan tentang pendekatan pembelajaran yang dinamakan TgfU (Teaching Games for Understanding). Yaitu pendekatan pembelajaran pendidikan jasmani untuk memperkenalkan bagaimana anak mengerti olahraga melalui bentuk konsep dasar bermain. TGfU tidak memfokuskan pembelajaran pada teknik bermain olahraga, sehingga pembelajaran akan berjalan lebih dinamis dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Dengan pembelajaran yang berkonsep pada bermain, diharapkan akan menciptakan pembelajaran yang membuat antusias  bagi peserta didik

Pada salah satu sesi, yaitu praktek nyata penerapan pendekatan TGfU ini, mahasiswa dibagi menjadi 2 kelompok, dan masing-masing kelompok berjumlah 15 orang, dan mahasiswa yang lain mengamati dipinggir lapangan. Contoh dari Pendekatan TGfU ini adalah dalam pembelajaran bola bakset, menggunakan sebuah permainan yang bernama bola batas. Cara memainkannya adalah mengutamakan tekhnik passing dan pivot, serta mahasiswa tidak diperbolehkan mendribel/membawa lari bola, hanya boleh di passing saja. Lalu untuk mencetak poin hanya perlu menyentuhkan bola di garis batas awal lapangan lawan.Permainan ini cukup efektif untuk membuat siswa bergerak dan sangat menyenangkan. “Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan juga berguna sebagai referensi bagi mahasiswa sebelum terjun untuk kegiatan PPL”, tutur Pak Andry selaku sekertaris jurusan PJKR.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar